Asslamualaikum...
Hai Sobat Blogger,
Sudah lama ya, saya tidak memposting ocehan-ocehan saya
yang tidak seperti biasa nya hehehe.....
tapi kali ini saya akan memposting animasi bergerak saya klik aja disini
Ti Lang
Karya
: Adhari Utami
Bul
lang
tim
hi
bul
lang
tim
hi
bul
lang
tim
hi
bul
lang
tim
hi
bul
lang
lenyap
Sistem
operasi (os)
sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi beberapa kelompok besar di antaranya, yakni:
MS-DOS (Microsoft Disk Operating Sistem) dan PC-DOS (Personal Computer Disk Operating
Sistem)
Kekurangan:
1.
DOS tidak GUI jadi otomatis lebih ribet,
karena pakai Command Line Interface.
2.
Windows yang sekarang (NT Tech) tidak begitu
kompatibel dengan program DOS, sebagai buktinya, jika akan menjalankan program DOS tanpa
lewat CMD, langsung ditutup sama Windowsnya.
kelebihan:
1.
DOS menampilkan program yang lebih
"realistis" dibandingkan windows karena beberapa command dari
windows itu sendiri mengadaptasi dari DOS (misalkan command virus untuk
menyembunyikan attribut).
WINDOWS
Kelebihan :
·
Instalasi
software masih mudah dibandingkan dengan instalasi di sistem operasi yang lain
·
Banyak software
berbasis Windows
·
Dukungan driver
yang lebih banyak
·
Banyak orang
pakai Windows sehingga banyak perusahan membuat aplikasinya menggunakan dasar
Windows. Ada beberapa aplikasi yang hanya ada di Windows dan tidak di OS yang
lainnya. Bahkan beberapa aplikasi vital dunia kerja.
Karena systemnya sudah dishare untuk bisa dikembangkan (bukan di open lho), maka semakin mudah siapa saja membuat software untuk dijalankan di Mircosoft Windows. Terutama dunia usaha yang membutuhkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Karena systemnya sudah dishare untuk bisa dikembangkan (bukan di open lho), maka semakin mudah siapa saja membuat software untuk dijalankan di Mircosoft Windows. Terutama dunia usaha yang membutuhkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
·
Perkembangan
paling cepat dibanding software lainnya karena banyak perusahaan software yang
konsisten menciptakan kemajuan pada sistem operasi Windows.
·
Banyak gratisan
GPL dan Freeware ditawarkan untuk Windows.
·
Kalau ada
masalah mudah menyelesaikannya sebab hampir semua orang bisa, dan mencari
ahlinya juga tidak sulit disekitar kita.
Kekurangan :
·
Harga licensi
mahal
·
Komunitas
terlalu sedikit, karena bersifat closed-source
·
Banyaknya virus
yang sering menyerang Windows
·
Sistem keamanan
yang masih dibilang kurang
·
Sistem yang
kurang stabil
·
Banyak orang
tahu bahasa pemrogamannya dan banyak orang pakai karena itu banyak juga yang
buat virus untuk Windows dibanding yang lainnya (lebih cepat beken dan tersebar
tentunya).
·
Karena semua
orang atau software bisa utak-utik system Windows karena itu sering kali jadi
ngadat dan ngaco
·
Ada banyak versi
sehingga kalau mau yang powerfull harus bayar lebih mahal.
NOVELLL NETWARE
Kekurangan:
· Diawal
–awal novell memang sangat berjaya dalam hal jaringan yang murah meriah, karena
tidak ada kompetitor. Keunggulan uatam yang dikenal adalah dalam hal print fole
share-nya. Tetapi sesuai perkembangan saat ini kemampuan microsoft dalam hal
networking ternyata lebih bagus lagi dibanding novell.
· Fungsi
generic dari server Novell sendiri, hanyalah sebagi penyedia basis data,
sedangkan yang melakukan komputasi justru ada di clisnt, bukan di server.
Fungsisprti itu saat ini tidak lagi relevan denagn kebutuhan. Dan tentunya akan
kalah jah denagn microsoft,memang dari segi biaya microsoft lebih mahal
· Kekurangan
yang paling dasar pada Novell yaitu harus tergantung pada tripartid.
Kelebihan Novell Operating Sistem :
·
Software
jaringan.
·
Kecepatan
komunikasi antar PC dalam LAN.
·
Manajemen
jaringan mudah.
OS/2
Sistem Operasi IBM OS/2 ini
dibuat secara bersama-sama oleh International Bussiness Machine Corporation dan
Microsoft Corporation, untuk digunakan pada komputer IBM sebagai pengganti
Sistem Operasi DOS. Kata OS/2 adalah singkatan dari Operating System/2, Sistem
Operasi ini didesain agar dapat menggunakan kemampuan penuh dari Mikroprosessor
Intel 80286 , termasuk diantaranya adalah Modus terproteksi (Protected Mode),
mampu menjalankan tugas secara Simultan, serta mendukung Memori Virtual, dengan
tetap mempertahankan kompatibilitas dengan banyak perangkat lunak MS-DOS yang
beredar saat itu.
Namun, sistem operasi ini
kurang begitu popular di Indonesia
UNIX
Kelebihan UNIX:
1. Sistem operasi gratis.
2. Sudah terdapat aplikasi multimedia dan desain grafis yang lengkap.
3. Rentan terhadap virus.
4. Tampilan desktop yang menarik (bagus).
1. Sistem operasi gratis.
2. Sudah terdapat aplikasi multimedia dan desain grafis yang lengkap.
3. Rentan terhadap virus.
4. Tampilan desktop yang menarik (bagus).
Kekurangan Unix:
1. Membingungkan (kurang familiar dibandingkan dengan windows).
2. Format file sedikit.
3. Banyak software yang kurang compatible.
1. Membingungkan (kurang familiar dibandingkan dengan windows).
2. Format file sedikit.
3. Banyak software yang kurang compatible.
LINUX
Kelebihan linux :
1. Banyak digunakan dalam operasi jaringan.
2. Bekerja pad dua mode, grafis dan teks.
3. Pengoperasian tidak memerlukan lisensi.
Kekurangan Linux :
1. Salah satunya kurang familiar bagi yang masih awam.
1. Banyak digunakan dalam operasi jaringan.
2. Bekerja pad dua mode, grafis dan teks.
3. Pengoperasian tidak memerlukan lisensi.
Kekurangan Linux :
1. Salah satunya kurang familiar bagi yang masih awam.
JENIS
JARINGAN
Jenis jaringan yang sering digunakan secara
umum dibagi dalam 3 kelompok, yakni:
* LAN (Local Area Network)
Local Area Network atau LAN, merupakan
suatu Jenis Jaringan Komputer dengan mencakup wilayah lokal. Dengan menggunakan
berbagai perangkat jaringan yang cukup sederhana dan populer, seperti
menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub, Switch, Router, dan lain
sebagainya.Contoh dari jaringan LAN seperti komputer-komputer yang saling
terhubung di sekolah, di perusahaan, Warnet, maupun antar rumah tetangga yang
masih mencakup wilayah LAN.
Keuntungan dari penggunaan Jenis
Jaringan Komputer LAN seperti lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional,
lebih irit dalam penggunaan kabel, transfer data antar node dan komputer labih
cepat karena mencakup wilayah yang sempit atau lokal, dan tidak memerlukan
operator telekomunikasi untuk membuat sebuah jaringan LAN.
Kerugian dari penggunaan Jenis
Jaringan LAN adalah cakupan wilayah jaringan lebih sempit sehingga untuk
berkomunikasi ke luar jaringan menjadi lebih sulit dan area cakupan transfer
data tidak begitu luas.
* MAN (Metropolitan Area Network)
Metropolitan Area Network atau MAN,
merupakan Jenis Jaringan Komputer yang lebih luas dan lebih canggih dari Jenis
Jaringan Komputer LAN. Disebut Metropolitan Area Network karena Jenis Jaringan
Komputer MAN ini biasa digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dari
suatu kota ke kota lainnya. Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN, biasanya
diperlukan adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan antar jaringan
komputer. Contohnya seperti jaringan Depdiknas antar kota atau wilayah dan juga
jaringan mall-mall moderen yang saling berhubungan antar kota.
Keuntungan dari Jenis Jaringan
Komputer MAN ini diantaranya adalah cakupan wilayah jaringan lebih luas
sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebih efisien, mempermudah dalam hal
berbisnis, dan juga keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.
Kerugian dari Jenis Jaringan Komputer
MAN seperti lebih banyak menggunakan biaya operasional, dapat menjadi target
operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi, dan untuk
memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.
* WAN (Wide Area Network)
Wide Area Network atau WAN, merupakan
Jenis Jaringan Komputer yang lebih luas dan lebih canggih daripada Jenis
Jaringan Komputer LAN dan MAN. Teknologi jaringanWAN biasa digunakan untuk
menghubungkan suatu jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua
yang lainnya. Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai Jenis Jaringan Komputer
LAN dan WAN karena luasnya wilayah cakupan dari Jenis Jaringan Komputer WAN.
Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic serta menanamkannya di
dalam tanah maupun melewati jalur bawah laut.
Keuntungan Jenis Jaringan Komputer WAN
seperti cakupan wilayah jaringannya lebih luas dari Jenis Jaringan Komputer LAN
dan MAN, tukar-menukar informasi menjadi lebih rahasia dan terarah karena untuk
berkomunikasi dari suatu negara dengan negara yang lainnya memerlukan keamanan
yang lebih, dan juga lebih mudah dalam mengembangkan serta mempermudah dalam
hal bisnis.
Kerugian dari Jenis Jaringan WAN
seperti biaya operasional yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, sangat rentan
terhadap bahaya pencurian data-data penting, perawatan untuk jaringan WAN
menjadi lebih berat.
LEGENDA KISARAN NAGA
Kisaran adalah ibukota Kabupaten
Asahan, Provinsi Sumatera Utara yang berjarak ± 160 Km dari ibu kota Provinsi
Sumatera Utara (Medan). Kisaran meliputi dua kecamatan yaitu: Kota Kisaran
Barat dan Kota Kisaran Timur. Kisaran selain dilintasi oleh Jalan Raya Lintas
Sumatera juga terletak di jalur KA Sumatera bagian utara.
Dengan mempertimbangkan posisi yang lebih strategis, maka pada tanggal 20 Mei 1968, melalui PP Nomor 19 Tahun 1980, ibukota Kabupaten Asahan dipindahkan dari Kota Tanjung Balai ke Kota Kisaran. Status Kisaran sebelumnya adalah kota administratif, yang kemudian dihapuskan menjadi kecamatan biasa pada tahun 2003 karena tidak memenuhi persyaratan peningkatan daerah otonom.
Dengan mempertimbangkan posisi yang lebih strategis, maka pada tanggal 20 Mei 1968, melalui PP Nomor 19 Tahun 1980, ibukota Kabupaten Asahan dipindahkan dari Kota Tanjung Balai ke Kota Kisaran. Status Kisaran sebelumnya adalah kota administratif, yang kemudian dihapuskan menjadi kecamatan biasa pada tahun 2003 karena tidak memenuhi persyaratan peningkatan daerah otonom.
Asal Mula Nama ”Kisaran”
Menurut buku Cerita Rakyat: ”Legenda Kisaran Naga” yang
dikarang oleh Bapak. R. Sutrisman, M.E.S.Sos. bahwa nama Kisaran diambil dari sebuah
perkampungan yang disebut Kampung Kisaran Naga.
”pada suatu hari hujan turun sangat lebat, petir sambung menyambung, angin topan bertiup sangat kencang, kayu ara dan pohon kelapa di tepi sungai bertumbangan. Sehingga orang-orang kampung pun berhamburan keluar rumah karena takut tertimpa pohon yang roboh . air-air sungai mendadak naik sampai ke bibir sungai. Dalam kepanikan itu tiba-tiba salah seorang warga melihat ada makhluk yang berkisar-kisar di bawah timbunan pepohonan yang tumbang. Dan rumput kelayau pun terkuak seolah-olah ada yang membuka. Ia pun berteriak ”naga berkisar,....naga berkisar.....” orang kampung pun segera mendekati orang yang berteriak tersebut. ”mana ular naganya??” orang yang pertama melihatpun menunjuk ke arah tumpukan pepohonan yang tumbang ”itu........., tengoklah”. Mereka melihat dengan jelas seekor ular besar seperti naga tubuhnya bahkan lebih besar dari pohon durian tua dan sangat panjang. Tubuh ular itu sudah berselimut, bahkan rumput-rumputan sudah tumbuh di atasnya. Ular naga itu terus bergerak berkisar dengan mengibas-ngibaskan ekornya untuk menyingkirkan pepohonan yang menimpa tubuhnya. Lalu ia menuju ke sungai yang sudah meluap dan menghanyutkan diri ke hilir sungai silau, sampai ke muara sungai Asahan di Tanjung Balai.
Itulah sekelumit dongeng asal mula nama ”Kisaran”
”pada suatu hari hujan turun sangat lebat, petir sambung menyambung, angin topan bertiup sangat kencang, kayu ara dan pohon kelapa di tepi sungai bertumbangan. Sehingga orang-orang kampung pun berhamburan keluar rumah karena takut tertimpa pohon yang roboh . air-air sungai mendadak naik sampai ke bibir sungai. Dalam kepanikan itu tiba-tiba salah seorang warga melihat ada makhluk yang berkisar-kisar di bawah timbunan pepohonan yang tumbang. Dan rumput kelayau pun terkuak seolah-olah ada yang membuka. Ia pun berteriak ”naga berkisar,....naga berkisar.....” orang kampung pun segera mendekati orang yang berteriak tersebut. ”mana ular naganya??” orang yang pertama melihatpun menunjuk ke arah tumpukan pepohonan yang tumbang ”itu........., tengoklah”. Mereka melihat dengan jelas seekor ular besar seperti naga tubuhnya bahkan lebih besar dari pohon durian tua dan sangat panjang. Tubuh ular itu sudah berselimut, bahkan rumput-rumputan sudah tumbuh di atasnya. Ular naga itu terus bergerak berkisar dengan mengibas-ngibaskan ekornya untuk menyingkirkan pepohonan yang menimpa tubuhnya. Lalu ia menuju ke sungai yang sudah meluap dan menghanyutkan diri ke hilir sungai silau, sampai ke muara sungai Asahan di Tanjung Balai.
Itulah sekelumit dongeng asal mula nama ”Kisaran”
BELAJAR DARI PAKU
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang
bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya
memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah
paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah.
Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih
mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar. Akhirnya tibalah hari
dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak
cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang
kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia
tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa
semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di
pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika
kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti
lubang ini di hati orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu
mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu
akan tetap ada. Dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka
fisik.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar. Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain.
BELAJAR CINTA DARI CICAK
Ketika sedang merenovasi
sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya
memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok
mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu
karena kakinya melekat pada sebuah surat.
Dia merasa kasihan sekaligus
penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah
ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang
terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama
10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu
adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir,
bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari
tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana dia makan? Orang itu
lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan
dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana
datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya.... AHHHH! Orang
itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu
memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta,
cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua
ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah
keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil
itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.
Jangan Pernah mengabaikan
orang yang anda cintai!
1. Pengertian Pendidikan
Kehidupan suatu bangsa erat sekali kaitannya dengan
tingkat pendidikan. Pendidikan bukan hanya sekedar mengawetkan budaya dan
meneruskannya dari generasi ke generasi, akan tetapi juga diharapkan dapat
mengubah dan mengembangkan pengetahuan.
Pendidikan bukan hanya menyampaikan keterampilan yang
sudah dikenal, tetapi harus dapat meramalkan berbagai jenis keterampilan dan
kemahiran yang akan datang, dan sekaligus menemukan cara yang tepat dan cepat
supaya dapat dikuasai oleh anak didik.
Pendidikan merupakan usaha yang sengaja secara sadar dan
terencana untuk membantu meningkatkan perkembangan potensi dan kemampuan anak
agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu dan sebagai
warga negara/masyarakat, dengan memilih isi (materi), strategi kegiatan, dan
teknik penilaian yang sesuai.
Dilihat dari sudut perkembangan yang dialami oleh anak, maka usaha yang sengaja dan terencana tersebut ditujukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan yang dialaminya dalam setiap periode perkembangan. Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak.
Branata (1988) mengungkapkan bahwa Pendidikan ialah usaha yang sengaja diadakan, baik langsung maupun secara tidak langsung, untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan. Pendapat diatas seajalan dengan pendapat Purwanto (1987 :11) yang menyatakan bahwa Pendidikan adalah pimpinan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat.
Kleis (1974) memberikan batasan umum bahwa :
”pendidikan adalah pengalaman yang dengan pengalaman itu, seseorang atau kelompok orang dapat memahami seseuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami. Pengalaman itu terjadi karena ada interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya”.
Proses belajar akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran, penafsiran, pemahaman, dan penerapan informasi), peningkatan kompetensi (keterampilan intelektual dan sosial), serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan dan perasaan, serta kemauan untuk berbuat atau merespon sesuatu rangsangan (stimuli).
Orang yakin dan percaya untuk menanggulangi kemiskinan, cara utama adalah dengan memperbesar jumlah penduduk yang bersekolah dan terdidik dengan baik. Dengan kata lain, pendidikan dipandang sebagai jalan menuju kemakmuran.
Manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak berdaya sama sekali. Dia sangat membutuhkan bantuan yang penuh perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, terutama ibunya, supaya dia dapat hidup terus dengan sempurna, jasmani dan rohani. Orang tualah yang pertama dan utama bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya. Dalam ilmu jiwa dikenal dengan istilah pertumbuhan dan perkembangan, yaitu supaya anak sempurna dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Pertumbuhan ialah perubahan-perubahan yang terjadi pada jasmani; bertambah besar dan tinggi. Perkembangan lebih luas dari pertunbuhan ialah perubahan-perubahan yang terjadi pada rohani dan jasmaniah. Dengan kata lain, perkembangan merupakan suatu rentetan perubahan yang sifatnya menyeluruh dalam interaksi anak dan lingkungannya.
Oleh karena itu Idris (1982:10) mengemukakan bahwa :
”Pendidikan adalah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik yang secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memebrikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya, dalam arti supaya dapat mengembangkan potensinya semaksimal mungkin, agar menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. Potensi disini ialah potensi fisik, emosi, sosial, sikap, moral, pengetahuan, dan keterampilan.”
2. Tujuan Pendidikan
Telah kita ketahui bersama bahwa berhasil tidaknya suatu usaha atau kegiatan tergantung kepada jelas tidaknya tujuan yang hendak dicapai oleh orang atau lembaga yang melaksanakannya. Berdasarkan pada pernyataan ini, maka perlunya suatu tujuan dirumuskan sejelas-jelasnya dan barulah kemudian menyusun suatu program kegiatan yang objektif sehingga segala energi dan kemungkinan biaya yang berlimpah tidak akan terbuang sia-sia.
Apabila kita mau berbicara tentang pendidikan umumnya, maka kita harus menyadari bahwa segala proses pendidikan selalu diarahkan untuk dapat menyediakan atau menciptakan tenaga-tenaga terdidik bagi kepentingan bangsa, negara, dan tanah air. Apabila negara, bangsa dan tanah air kita membutuhkan tenaga-tenaga terdidik dalam berbagai macam bidang pembangunan, maka segenap proses pedidikan termasuk pula sistem pendidikannya harus ditujukan atau diarahkan pada kepentingan pembangunan masa sekarang dan masa-masa selanjutnya.
GBHN tahun 1999 mencantumkan tentang tujuan pendidikan nasional :
”Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”
Selanjutnya tujuan pendidikan nasional tercantum dalan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 yang menyatakan:
”Pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”
Pernyataan-pernyataan diatas tampak jelas bahwa pendidikan harus mampu membentuk atau menciptakan tenaga-tenaga yang dapat mengikuti dan melibatkan diri dalam proses perkembangan, karena pembangunan merupakan proses perkembangan, yaitu suatu proses perubahan yang meningkat dan dinamis. Ini berarti bahwa membangun hanya dapat dilaksanakan oleh manusia-manusia yang berjiwa pembangunan, yaitu manusia yang dapat menunjang pembangunan bangsa dalam arti luas, baik material, spriritual serta sosial budaya.
Sejarah pendidikan kita dapat menerapkan perkembangan pendidikan dan usaha-usaha perwujudannya sebagai suatu cita-cita bangsa dan negara, masyarakat atau masa dan memberikan ciri khas pelaksanaan pendidikannya.
Setiap tindakan pendidikan merupakan bagian dari suatu proses menuju kepada tujuan tertentu. Tujuan ini telah ditentukan oleh mssyarakat pada waktu dan tempat tertentu dengan latar belakang berbagai macam faktor seperti sejarah, tradisi, kebiasaan, sistem sosial, sistem ekonomi, politik dan kemauan bangsa.
Berdasarkan faktor-faktor ini UNESCO telah memberikan suatu deskripsi tentang tujuan pendidikan pada umumnya dan untuk Indonesia sendiri tujuan itu telah ditetapkan dalam ketetapan MPR.
A. UNESCO menggaris bawahi tujuan pendidikan sebagai ”menuju Humanisme Ilmiah”. Pendidikan bertujuan menjadikan orang semakin menjunjung tinggi nilai-nilai luhur manusia. Keluhuran manusia haruslah dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Maka humanisme ilmiah menolak ide tentang manusia yang bersifat subjektif dan abstrak semata. Manusia harus dipandang sebagai mahluk konkrit yang hidup dalam ruang dan waktu dan harus diakui sebagai pribadi yang mempunyai martabat yang tidak boleh diobjekkan. Dalam kerangka ini maka tujuan sistem pendidikan adalah latihan dalam ilmu dan latihan dalam semangat ilmu.
B. pendidikan harus mengarah kepada kreativitas. Artinya, pendidikan harus membuat orang menjadi kreatif. Pada dasarnya setiap individu memiliki potensi kreativitas dan potesi inilah yang ingin dijadikan aktual oleh pendidikan. Semangat kreatif, non konformist dan ingin tahu, menonjol dalam diri manusia muda. Mereka umumnya bersikap kritis terhadap nilai-nilai yang ada dan jika mereka menemukan bahwa nilai-nilai itu sudah ketinggalan jaman, maka mereka ingin merombaknya. Disini pendidikan berfungsi ganda, menyuburkan kreativitas, atau sebaliknya mematikan kreativitas.
C. tujuan pendidikan harus berorientasi kepada keterlibatan sosial. Pendidikan harus mempersiapkan orang untuk hidup berinteraksi dengan amsyarakat secara bertanggung jawab. Dia tidak hanya hidup dan menyesuaikan diri dengan struktur-struktur sosial itu. Disini seorang individu merealisir dimensi-dimensi sosialnya lewat proses belajar berpartisipasi secara aktif lewat keterlibatan secara meyeluruh dalam lingkungan sosialnya. Dalam kerangka sosialitas pada umumnya ini, suatu misi pendidikan ialah menolong manusia muda melihat orang lain bukan sebagai abstriaksi-abstraksi, melainkan sebagai mahluk konkrit dengan segala dimensi kehidupannya.
D. tekanan terakhir yang digariskan UNESCO sebagai tujuan pendidikan adalah pembentukan manusia sempurna. Pendidikan bertugas untuk mengembangkan potensi-potensi individu semaksimal mungkin dalam batas-batas kemampuannya, sehingga terbentuk manusia yang pandai, terampil, jujur, yang tahu kadar kemampuannya, dan batas-batasnya, serta kerhormatan diri. Pembentukan manusia sempurna ini akan tercapai apabila dalam diri seseorang terjadi proses perpaduan yang harmonis dan integral antara dimensi-dimensi manusiawi seperti dimensi fisik, intelektual, emosional, dan etis. Proses ini berlangsung seumur hidup. Jadi konkritnya pada pokoknya pendidikan itu adalah humansisasi, karena itu mendidik berarti ”memanusiakan manusia muda dengan cara memimpin pertumbuhannya sampai dapat berdikari, bersikap sendiri, bertanggung jawab dan berbuat sendiri”. (Ibid, 1980)
3. Jalur Pendidikan
Tuntutan masyarakat akan kebutuhan pendidikan membuat pendidikan terus berkembang sejalan dengan pembangunan ansioanl. Pendidikan menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan dari suatu pembangunan sebuah negara. Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan maka di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan nasional No.20 tahun 2003 terdapat jalur pendidikan yang didalamnya terdapat pendidikan formal, non formal, dan informal. Pendidikan formal disebut pula sistem pendidikan sekolah. Pendidikan nonformal dan informal disebut pula sistem pendidikan luar sekolah.
Untuk lebih membedakan ketiga jenis satuan pendidikan diatas maka harus ada kriteria yang lebih umum untuk dapat membedakan ketiganya. Oleh karena itu Coombs (1973) membedakan pengertian pendidikan sebagai berikut
”Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, dimulai dengan sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya; termasuk didalamnya adalah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan profesional yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus”.
Walaupun masa sekolah bukan satu-satunya masa bagi setiap orang untuk belajar, namun kita menyadari bahwa sekolah adalah tempat dan saat yang sangat strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk membina seseorang dalam menghadapi masa depannya.
”Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga asetiap orang memperoleh nilai, sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari, pengaruh lingkungan termasuk didalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media masa”
Walaupun demikian, pengaruhnya sangatlah besar dalam kehidupan seseorang, karena dalam kebanyakan masyarakat pendidikan informal berperan penting melalui keluarga, masyarakat, dan pengusaha. Pendidikan dalam keluarga adalah yang pertama dan utama bagi setiap manusia. Seseorang kebanyakan berada dalam rumah tangga dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya. Sampai umur tiga tahun seseorang akan selalu berada di rumah tangga. Pada masa itulah diletakkan dasar-dasar kepribadian seseorang, psikiater, kalau menemui suatu penyimpangan dalam kehidupan seseorang, akan mencari sebab-sebabnya pada masa kanak-kanak orang itu. Coombs dalam Sudjana (2001:22) :
”Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis diluar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya”.
Bagi masyarakat Indonesia, yang masih banyak dipengaruhi proses belajar tradisional, pendidikan nonformal akan merupakan cara yang mudah sesuai dengan daya tangkap rakyat, dan mendorong rakyat menjadi belajar, sebab pemberian pendidikan tersebut dapat disesuaikan dengan keadaan lingkungan dan kebutuhan para peserta didik.
Ketiga pengertian diatas dapat digunakan untuk membedakan karakteristik dari setiap jalur pendidikan. Namun, Axinn (1974) membuat penggolongan program-program kegiatan termasuk ke dalam pendidikan formal, nonformal dan informal dengan menggunakan kriteria ada atau tidak adanya kesengajaan dari kedua belah pihak yang berkomunikasi, yaitu pihak pendidika (sumber belajar atau fasilitator) dan pihak peserta didik (siswa atau warga belajar).
Kegiatan yang ditandai adanya kesengajaan dari kedua belah pihak yaitu pihak pendidik yang sengaja membelajarkan peserta didik, dan peserta didik yang senagja untuk belajar sesuatu dengan bimbingan, pembelajaran dan pelatihan dari pendidik, maka kegiatan tersebut digolongkan kedalam pendidikan formal atau penddiikan informal.
Apabila kesengajaan itu hanya timbul dari pihak pendidik untuk membantu peserta didik guna memperoleh pengalaman, sedangkan pihak peserta didik tidak sengaja untuk belajar sesuatu dengan bantuan pendidik, maka kegiatan ini termasuk ke dalam pendidikan informal.
Demikian pula apabila hanya pihak peserta didik yang bersengaja untuk belajar sesuatu dengan bimbingan seorang pendidik sedangkan pihak pendidik tidak sengaja untuk membantu peserta didik tersebut, maka kegiatan ini tergolong pula ke dalam pendidikan informal.
Namun apabila suatu peristiwa belajar terjadi tanpa kesengajaan dari pihak pendidik dan pihak peserta didik maka kegiatan ini digolongkan pada pembelajaran secara kebetulan.
Popular post
-
BELAJAR DARI PAKU Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya ...
-
1. Pengertian Pendidikan Kehidupan suatu bangsa erat sekali kaitannya dengan tingkat pendidikan. Pendidikan bukan hanya sekedar mengawetk...
-
Sistem operasi (os) sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi beberapa k...
-
Asslamualaikum... Hai Sobat Blogger, Sudah lama ya, saya tidak memposting ocehan-ocehan saya yang tidak seperti biasa nya hehehe..... tap...
-
Ti Lang Karya : Adhari Utami Bu l ...
-
klik disini
-
LEGENDA KISARAN NAGA Kisaran adalah ibukota Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara yang berjarak ± 160 Km dari ibu kota Provinsi Sum...
-
Fkip Una Peningkatan Pendidikan pujiastuti25.blogspot.com faridacitra17.blogspot.com
-
BELAJAR CINTA DARI CICAK Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memilik...